
Bagi kolektor Perang Dunia II, mengumpulkan pernik-pernik sisa tentara Hitler merupakan tantangan tersendiri. Pasalnya bagi beberapa orang mengumpulkan barang-barang militer tentara Hitler atau Nazi adalah sesuatu 'jahat', namun sebenarnya memiliki nilai sejarah.
"Cara berpikir kolektor pribadi itu di masa-masa awal dulu adalah mengumpulkan peralatan dari tentara Perang Dunia II, mulai dari yang digunakan untuk membersihkan senjata sampai piring mentega," jelas Stuart Purcell dari Whyte's dikutip dari laman BBC.
Dilansir dari laman BBC, Selasa (6/9/2016), sebuah gulungan tisu yang belum dibuka, bergambar bunga Edelweis, dengan merek Klosettpapier diperkirakan bernilai antara 80 Euro hingga 120 Euro atau sekitar Rp1 juta hingga Rp1,7 juta. Kondisinya gulungan tisu amat baik dan merupakan hal yang tidak biasa, kata rumah lelang Whyte's di Dublin.
Tak hanya gulungan tisu, helm Perang Dunia bekas asli milik tentara Jerman yang pada lelang sebelumnya terjual 10.000 Euro atau sekitar Rp146 juta turut masuk dalam daftar lelang. Seorang kolektor pribadi menyimpan gulungan tisu tersebut selama 25 tahun dan terkejut karena kondisinya yang masih bagus.
Gulungan tisu itu hanya satu barang-barang yang ditemukan kolektor tersebut dalam kumpulannya, antara lain helm Perang Dunia Jerman yang Bulan Maret terjual 10.000 Euro atau sekitar Rp146 juta.
"Cara berpikir kolektor pribadi itu di masa-masa awal dulu adalah mengumpulkan peralatan dari tentara Perang Dunia II, mulai dari yang digunakan untuk membersihkan senjata sampai piring mentega," jelas Stuart Purcell dari Whyte's.
Purcell mengakui bahwa bagi beberapa orang mengumpulkan barang-barang militer Nazi adalah sesuatu 'jahat' namun sebenarnya memiliki nilai sejarah.Dalam lelang bersama gulungan tisu, ikut juga ditawarkan beberapa barang-barang peninggalan Nazi lainnya, seperti helm pasukan para maupun bendera peringatan ranjau darat.
SUMBER forum.liputan6.com