R27mUISKY8MAeCpFpAtsSpjGWGukfoZYVKEfkHA4

Miris. Dua Bocah Malang ini Diperlakukan Seperti Hewan


Tengah malam itu, Kamis 28 April 2016, dua petugas polisi mendatangi sebuah rumah di dekat San Antonio, setelah seseorang melapor mendengar suara tangisan anak kecil dari halaman belakang bangunan tempat tinggal tersebut.

Para petugas mengetuk pintu depan. Tak ada jawaban. Mereka kemudian menuju ke bagian belakang, menggunakan tangga, keduanya mengintip ke balik pagar tinggi.

Saat itulah, dua polisi itu kaget bukan kepalang. Mereka melihat dua bocah dalam kondisi memprihatinkan. Juru bicara Kantor Sheriff Bexar County, James Keith bahkan mengaku sulit menggambarkan keadaannya.

"Bocah laki-laki berusia 2 tahun dirantai ke tanah seolah-olah ia adalah seekor anjing," kata dia, pelan, seperti dikutip dari CNN, Sabtu (30/4/2016).

Keith menambahkan, rantai itu kencang, sama sekali tak kendur. Celana sang bocah melorot.

"Dia sudah ada di sana selama beberapa waktu. Dan tak jauh dari keberadaannya, ada bocah perempuan berusia 3 tahun yang diikat ke pintu dengan tali anjing, Ia nampak kelelahan."

Para petugas segera bertindak menyelamatkan dua bocah malang itu. Namun, kerja mereka belum berakhir.

Di dalam rumah ada 6 anak-anak lain, berusia 10 bulan hingga 13 tahun. Sama sekali tak ada orang dewasa yang mengasuh mereka.

"Situasi itu akan membuat semua orang bertanya-tanya, mengapa hal itu bisa terjadi?" tambah Keith.

Pada Jumat subuh, ibu keenam anak itu akhirnya pulang. Porucha Phillips, nama perempuan 34 itu, diyakini bertanggung jawab atas kedua bocah yang ditemukan dalam kondisi terikat. Ia pun kemudian ditahan di Penjara Bexar County dengan sangkaan perbuatan lalai yang mengakibatkan anak cedera.

Belum ada keterangan siapa gerangan orangtua kedua anak yang ditemukan dalam kondisi terikat di halaman belakang. Lembaga perlindungan anak atau Child Protective Services (CPS) lantas dipanggil.

Kedua bocah dibawa ke RS Anak San Antonio. Bocah laki-laki dilaporkan segera pulih, sementara bocah perempuan harus dirawat intensif.

CPS mengatakan, salah satu di antara korban mengalami retak di tangan kanan dan pergelangan tangan, sementara lainnya mengalami cedera yang tak membahayakan seperti lecet dan bekas luka.

Tak hanya aparat, para tetangga juga mengaku ngeri saat mengetahui kondisi dua anak yang terbelenggu.

"Sungguh mengejutkan. Hal semengerikan itu bisa terjadi di seberang rumah kami dan kami sama sekali tidak mengetahuinya," kata Christina Rivera, yang tinggal di dekat tempat kejadian perkara (TKP).

Meski demikian, polisi berterimakasih pada warga yang telah menghubungi aparat. Letnan James Keith mengimbau siapapun yang menduga telah terjadi kekerasan pada anak-anak untuk melakukan hal yang sama.

"Kami bersyukur bahwa pelapor cukup berani untuk menghubungi kami dan bahwa para deputi mampu meresponsnya dengan cepat," kata Keith.


Baca Juga: Sensasi Menginap Terapung di Villa Atas Laut
Sumber: Liputan6
Related Posts

Related Posts