
Presiden Jokowi memberikan perhatian khusus pada kasus human traficking dan penjualan organ manusia yang menimpa tenaga kerja wanita (TKW) asal Nusa Tenggara Timur (NTT), Yufrida Selan.
Jokowi telah memerintahkan Kapolri Jenderal Tito Karnavian untuk mengusut tuntas kasus tersebut. Pasalnya, korban human traficking dan perdagangan manusia di NTT tak hanya Yufrinda, tapi ada beberapa korban lainnya. Bahkan, Pospera melaporkan sudah tiga TKI asal NTT yang dikirim dari Malaysia dalam kondisi kehilangan organ tubuh.
Yufrida Selan dikirim dari Malaysia dalam bentuk mayat. Jenazah warga Soe, Desa Tupan, Kecamatan Batu Putih itu tiba di Bandara Eltari Kupang pada tanggal 14 Juli pukul 12.55 siang.

Kondisi jenazah Yufrida sangat mengenaskan. Telinganya hilang dan organ dalam hilang. Terdapat jahitan dari pangkal paha sampai kepala.
Ayah Yufrida, Melky Salak menyebut kondisi jenazah anaknya sangat mengenaskan. Badannya dibelah dari kepala sampai pangkal paha.
“Anak saya dibelah seperti babi guling. Tubuhnya dibelah dari atas sampai bawah, lalu dijahit,” ujar Melky.
Babi guling merupakan makanan favorit etnis tertentu. Babi guling dibuat dengan cara dibelah dari ujung leher sampai perut bawah. Seluruh isi perut babi, seperti hati, paru-paru, jantung, dikeluarkan, kemudian di panggang sambil diputar-putar (diguling-gulingkan) sampai matang.
Melky berharap, pemerintah dan penegak hukum mengusut tuntas kasus yang dialami anaknya. Bahkan, dia bertekad menemui Presiden Jokowi saat melakukan kunjungan kerja ke NTT, Sabtu (30/7/2016). Sayangnya, niat Melky untuk menemui sang presiden gagal dengan alasan protokoler.
“Saya berharap semoga pemerintah mengusut tuntas kasus ini dan mengadili pelaku kejahatan kemanusiaan sehingga tidak ada lagi yang jadi korban seperti anak saya,” ucap Melky.
SUMBER pojoksatu.id