
Paranormal kondang Mbah Mijan menerawang detik-detik eksekusi mati Freddy Budiman di Nusa Kambangan, Cilacap Jawa Tengah, Jumat (29/7/2016) pukul 00.45 dinihari.
Melalui akun twitter miliknya, Mbah Mijan mengatakan, dia tidak bisa tidur menjelang detik-detik eksekusi mati Freddy Budiman bersama 3 terpidana kasus narkoba lainnya.
“Semalam hingga pukul 00:00 wib, mata tak bisa di ajak tidur. Entahlah setiap ada eksekusi, selalu membuat penasaran dan ingin melihatnya,” tulis Mbah Mijan.

Beberapa saat kemudian, Mbah Mijan mengucapkan selamat jalan kepada Mbah Mijan. Ia berharap semoga eksekusi mati Freddy Budiman menjadi pelajaran penting bagi generasi muda untuk berhenti menggunakan narkoba.
Seorang netter lantas bertanya kepada Mbah Mijan apakah dia menerawang detik-detik eksekusi mati Freddy Budiman. Pertanyaan itu langsung dijawab Mbah Mijan dengan menyebut kejadiannya sangat cepat.
“Sempat ikut menerawang, hanya saja kejadiannya sangat cepat. Tak ada yang horror, cuma hujan lebat membuat merinding,” jawab Mbah Mijan.
“Saya melihat tak meronta, dalam kondisi kepala tertutup, dalam hitungan beberapa detik, kepala tertunduk dan selesai,” tambah Mbah Mijan.
Dikatakan Mbah Mijan, orang yang mengetahui ajalnya sendiri mungkin lebih tenang, karena memiliki kesempatan untuk mempersiapkan diri jelang kematiannya.
Mbah Mijan melihat Freddy Budiman cukup tenang saat hendak dieksekusi mati. Bahkan, Freddy Budiman tersenyum dan sangat pasrah menjalani hukuman mati.
“Senyum dan ekspresinya sangat pasrah, seperti terlihat benar-benar sudah menyiapkan batinnya sejak lama,” tambah Mbah Mijan.
Soal testimoni Freddy Budiman yang mengaku menyetorkan dana sebesar Rp 450 miliar kepada oknum di Badan Narkotika Nasional (BNN) dan Rp 90 miliar kepada oknum di Mabes Polri, Mbah Mijan mempercayainya. Namun, dia tidak berani membocorkan siapa saja oknum yang menerima uang tersebut.
“Benar dan saya percaya, Freddy saat itu tidak sedang berbohong,” imbuh Mbah Mijan.
Menurut Mbah Mijan, pengakuan Freddy Budiman sebelum dieksekusi adalah momentum penting, khususnya oknum yang terlibat menikmati hasil penjualan barang itu.
“Cerita demikian, menurut saya bukan rahasia lagi. Tapi perlu di ingat, ini sulit di usut, karena melibatkan oknum di posisi terdepan,” tandas Mbah Mijan.
SUMBER pojoksatu.id